Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Apa Itu Tantrum dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Tantrum dan Cara Mengatasinya | Wiwapedia.com - Tantrum atau disebut tantrum temper adalah sebuah ledakan emosi. Tantrum biasanya terjadi pada anak-anak atau orang-orang yang kesulitan dalam pengendalian emosial.

Tanda tantrum biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit-jerit, berteriak, pembangkangan, marah, mengomel dan hingga samapai pada kekerasan. Orang tantrum itu sudah dalam pengendalian diri, bahkan jika tujuan atau keinginannya sudah terpenuhi terkadang tantrumnya tidak hilang (ia tetap tidak akan tenang).

Biasanya balita dan anak-anak paling seirng mengalami kondisi tantrum dikarenakan keinginannya tidak dipenuhi oloeh orang tuanya. Sehingga tantrum juga bisa disebut dengan suatu bentuk atau perilaku bermasalah yang cenderung menurun dalam frekuensi dan intensitasnya mengikuti pertumbuhan anak tersebut.
Apa Itu Tantrum dan Cara Mengatasinya
Anak tantrum

Tanda-Tanda Tantrum Pada Anak yang Tidak Wajar


Lebih Sering Mengamuk

Anak-anak mengalami tanda-tanda tantrum jika frekuensi mengamuk (marah berlebihan) lebih sering.

Mengamuk atau Marah Dalam Waktu yang Lama

Anak yang mempunyai tantrum ketika marah atau mengamuk akan lama durasinya. Sehingga membuat pusing atau bahkan marah kedua orang tuanya.

Ketika Mengamuk, Anak Melakukan Kontak Fisik

Bukan hal yang aneh jiak anak yang mengalami tantrum akan melakukan kontak fisik dengan orang lain. Seperti menendang, memukul atau mendorong orang yang berada di dekatnya. Atau juga bisa melempar atau menghacurkan benda atau perabotan rumah yang berada disekelilingnya.

Melukai Diri Sendiri

Jika si kecil ketika mengamuk atau marah sering melukai diri sendiri, maka bisa jadi itu merupakan tanda adanay masalah kesehatan mental. Sehingga tidak hanya tanda mengalami tantrum. Karena pada anak tertentu yang mengalami depresi berat, maka anak akan menggigit, membenturkan kepala ke dinding atau mencaakr diri sendiri.

Tidak Dapat Menenangkan Dirinya Sendiri

Pada tantrum anak, tujuannya adalah anak ingin mendapatkan perhatian lebih dari Anda (orang tua/orang disekitarnya). Entah itu karena merasa lapar, lelah atau anak menginginkan sesuatu, seperti benda tertentu, mainan, atau mengajak jalan-jalan. Si kecil belum mampu menenangkan dirinya sendiri, setelah meluapkan emosinya. Sehingga kita wajib dan dituntut bisa menenangkan anak setelah mengalami tantrum tanpa ada rasa trauma.

Penyebab Anak Mengalami Tantrum

Penyebab tantrum pada anak adalah adanya keinginan anak akan sesuatu namun tidak dapat mengungkapkannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan bahasanya yang belum bisa memahami struktur kalimat yangn kompleks secara benar.

Si kecil baru bisa mengungkapkan beberapa kata atau kalimat dalam pikirannya. Sehingga si anak akan mengamuk guna mengutarakan apa maksudnya.

Tantrum pada anak bisa jadi merupakan sebuah observasi atau cara belajarnya. Ketika ia tidak mengungkapkan keinginannya, maka ia diam (tidak mengamuk). Namun ketika ia mengamuk, maka ian akan mengamuk. Dan Anda akan menuruti kemauannya (keinginannya), maka anak tidak akan mengamuk. Maka hal itu jika dilakukan berulangkali, maka akan menjadi kebiasan yang buruk. Untuk anak dan juga untuk orang tua. Karena anak ketika menginginkan sesuatu, maka yang ia tahu adalah harus mengamuk telebih dahulu.

Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak

Tantrum pada anak harus dapat diselesaikan dengan benar. Karena jika dibiarkan akan membuat kita (orang tua) pusing dan mengakibatkan kebiasaan yang buruk (tidak baik) untuk buah hati Anda. Lalu bagaimana cara untuk mengatasi/menghentikan tantrum pada anak? Sebenarnya cara mengatasi tantrum yang paling mudah adalah dengan memberikan apa yang ia inginkan. Namun dengan selalu meberikan (mengabulkan) apa yang ia inginkan tersebut, bukanlah cara yang baik dan benar. Karena jika seperti itu, maka anak akan melakukan hal tersebut berulangkali ketika menginankan sesuatu.

Lalu bagaimana cara mengatasi tantrum yang benar pada anak?

Ada beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk meredakan dan menghilangkan tantrum pada anak.

Berbicara lemah lembut pada anak

Anak-anak akan mengamuk dan lebih agresif dalam mengepresikkan perasaan mereka. Nah tugas utama Anda (parents) mencari tahu apa yang membuat mereka seperti itu. Dan atasilah persoalan yang ada dengan bahasa yang mudah dimegerti anak dan suaru yang lemah lembut.

Carilah Pengalihan

Ingat! bahwa anak-anak mudah sekali melupakan sesuatu dan mudah tertarik dengan hal yang baru. Maka sebagai orang tua yang cerdas, maka manfaatkan kesempatan ini untuk mengalihkan perhatian anak ke hal yang baru. Sehingga Anda dapat mengalihkan emosinya ketika tantrum pada anak. Anda bisa mengalihkan ke mainan anak-anak atau makanan kesukaannya.

Tetap Bersikap Tenang

Ketika anak mengalami tantrum, maka Anda harus tetap bersikap tenang. Sehingga Adan tidak trerjebak ke dalam emosi tersebut dan malah ikut emosi juga. Usahakan Anda bisa berbicara pada anak anda, katakan pada si kecil, jiak ia tenang, maka Anda akan bernogosiasi atau membicarakan tentang keinginannya tanpa harus mengamuk atau marah-marah.

Jangan Membentak atau Memukul Anak

Saat anak Anda mengalami tantrum jangan sekali kali membentak, berteriak atau malah memukulnya. Karena hal itu akan memperburuk tantrumnya.

Untuk lebih lanjut mengenai apa itu tantrum bisa Anda simak video di bawah ini!


Catatan Tentang Tantrum

Andai tantrum pada anak terjadi terlalu sering atau intensitasnya cepat dan menyakiti dirinya sendiri. Maka segeralah bawalah anak Anda ke dokter anak untuk mendapatkan solusi dan perkembangan anak Anda.

Nah itulah pembahasan tentang apa itu tantrum pada anak dan cara yang benar mengatasi tantrum. Semoga bermanfaat buat para orang tua dan dapat mengasuh anaknya menjadi lebih baik.

Post a Comment for "Apa Itu Tantrum dan Cara Mengatasinya"